Poster Masjid

Bahan ivory 260gsm ukuran A3+

Poster Asmaul Husna

Poster Asmaul Husna, huruf hijaiyah dan poster adzan bahan ivory 260 gsm

Poster Islami

Poster nama Nabi, poster wudhu, nama surat, abjad dan angka arab

Poster Matematika

Poster perkalian, penambahan, pengurangan, pembagian,dan angka ukuran A3+ bahan ivory260gsm

Kartu baca

kartu baca, kartu hijaiyah, buku ajar baca, dan kitabah

Showing posts with label Kisah teladan. Show all posts
Showing posts with label Kisah teladan. Show all posts

Friday, January 17, 2014

5 Kiat Hidup Sehat Ala Nabi Muhammad Saw

Assalamu'alaikum wr.wb.
Salah satu usaha untuk mencegah supaya kita tidak mudah sakit adalah mengikuti cara hidup sehat yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi 5 kiat hidup sehat Ala Nabi Mahammad Saw. 

1. Nabi Muhammad Saw sangat selektif dalam memilih makanan yang halalan dan thayyiban.
Rosulullah Saw hanya makan makanan yang halal, dalam arti bukan makanan haram yang diperoleh dari usaha atau cara yang tidak dibenarkan secara syariat. Halal terkait dengan urusan akhirat, sementara thayyib terkait dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya untuk kesehatan kita atau bergizi atau tidaknya makanan yang kita makan.

2. Rosulullah Saw tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
Dalam hal ini, beliau tidak makan sampai terlalu kenyang. Tidak makan sampai di luar batas kemampuan perutnya. Nabi Muhammad Saw mempertimbangkan kemampuan perut dengan perbandingan yang seimbang antara sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya untuk udara di dalam perut.

3. Nabi Muhammad Saw makan dengan tenang, tuma'ninah, tidak tergesa-gesa, dan dengan tempo yang sedang.
Cara makan yang dilakukan beliau ternyata sangat sesuai dengan anjuran kesehatan, agar kita menguyah makanan sampai sekitar 32 kali. Sehingga makanan yang kita makan sampai di lambung dapat decerna dengan mudah, dan kemudian diserap di usus halus dengan mudah pula.

4. Nabi Saw cepat tidur dan cepat bangun
Jika sudah waktunya tidur, maka beliau akan segera tidur. Tidur yang tepat di malam hari kira-kira adalah seusai istirahat setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian kira - kira pukul 03.00 sudah bangun di pertiga malam untuk shalat malam. Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kepada Allah Swt, dan sepertiganya lagi untuk tidur yang cukup. Menurut riwayat, cara tidur Rasulullah Saw adalah miring ke kanan, menghadap kiblat. Jika sudah penat dengan cara ini, kemudian beliau miring ki kiri sejenak dan kemudian miring ke kanan kembali.

5. Nabi Muhammad Saw selalu istiqomah dalam melaksanakan puasa sunah, di luar puasa wajib Ramadhan.

Sekian yang dapat saya sampaikan tentang kiat hidup sehat yang pernah dilakukan Rosulullah Saw, semoga bermanfaat. WaAllahu'alam, wassalamu'alaikum wr.wb.

Monday, September 30, 2013

Kisah detik - detik Nabi Muhammad s.a.w. ketika menjelang wafat

Assalamu'alaikum wr wb.

Pada kesempatan kali ini saya akan mempostingkan tentang kisah detik - detik Nabi Muhammad s.a.w. ketika menjelang wafat. Kisah yang sangat mengharukan, dijamin akan meneteslah semua air mata bagi siapa saja yang membacanya. Bukan saja manusia yang menangis, tapi seluruh penghuni langit dan bumi.

Kisahnya
Dengan suara terbata-bata, pagi itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam berkhutbah, "Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalam cinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaiut Al-Qur'an dan Sunnahku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang menatap satu persatu para sahabatnya. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar Bin Khathab menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin 'Affan menghela nafas panjang. Ali Bin Abi Thalib hanya bisa menundukkan kepala.

"Isyarat telah datang dan saatnya telah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua." Keluh dalam hati para Sahabat Rasul. Manusia paling Mulia sejagat itu telah hampir selesai menunaikan tugasnya. Dan tanda-tanda itu tampak semakin kuat. Sayyidina Ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yang begitu lemah dan begitu goyah ketika turun dari mimbar.
Matahari kian tinggi. Tapi pintu rumah Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam masih tertutup. Didalam rumahnya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam tengah terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma sebagai alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam.

"Assalamu'alaikum. Bolehkah saya masuk?" tanyanya.

Siti Fatimah tidak serta merta mengijinkan ia masuk.

"Wa'alaikumsalam. Maaf Ayahandaku lagi demam."

Ia kembali menemani Ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata sembari bertanya :

"Siapakah dia wahai anakku?"
"Tak tahulah Ayahandaku. Sepertinya baru kali ini aku melihatnya." tutur Fatimah dengan lembutnya.

Lalu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah puterinya ingin dikenangnya.

"Ketahuilah Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang akan memisahkan pertemuan di dunia. Dialah Malaikatul Maut." kata Rasulullah.

Seketika Fatimah berusaha menahan ledakan tangisnya.

Malaikat Turun Ke Bumi
Ketika Malaikat maut datang mendekat, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu Mulia ini.

"Jibril, katakan apa hakku nanti di hadapan Allah." tanya Rasulullah dengan suara yang teramat lemah dan lirih.

"Pintu-pintu langit telah terbuka. Para Malaikat telah menanti Ruhmu. Semua Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu." jawab Malaikat Jibril.

Dan ternyata itu tidak membuat hati Rasulullah lega. Matanya masih begitu tampak penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar kabar ini ya Rasul?" tanya Malaikat Jibril.
"Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" lanjut Rasulullah.
"Jangan khawatir ya Rasulullah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, "Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya." jawab Malaikat Jibril.

Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan Ruh Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam ditariknya. Tampak sekujur tubuh Rasulullah bersimbah keringat. Urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini." Rasulullah mengaduh lirih.

Fatimah tak kuasa menatap Ayahandanya. Dibiarkan matanya terpejam. Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibrilpun memalingkan muka.

"Jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu Ya Jibril?" tanya Rasulullah pada Malaikat Jibril sang Penyampai Wahyu itu.

"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ya Rasul?" kata Malaikat Jibril.
Kasih Sayang Kepada Umat Tiada Duany
Kemudian terdengar Rasulullah memekik karena merasakan sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dahsyat sekali sakitnya maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan pada umatku."

Badan Rasulullah mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam.

"Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum."
Aku berpesan kepada kalian jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu."

Di luar pintu, tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat Rasulullah saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinga di bibir Rasulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.

"Ummatii...Ummatii....Ummatii."
Bagaimana nasib umatku.. umatku.. umatku.

Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un.
Berakhirlah sudah riwayat hidup seorang manusia yang kemuliaannya tak ada yang menandingi. Seorang manusia pilihan yang telah memberi sinar cahaya terang dan membawa kita terbebas dari kegelapan. Sosok yang begitu cinta kepada umatnya. Di saat ajalpun Rasulullah tidak memikirkan anaknya, isterinya atau yang lainnya. Dalam hatinya Rasulullah begitu gelisah memikirkan nasib umatnya.

Sekian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini.Wassalamu'alaikum..

Sumber: kisahislamiah.blogspot.com

Sunday, September 29, 2013

Kisah seorang Pemuda dan segigit apel

Assalamu'alaikum wr.wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan mepostingkan tentang kisah  seorang pemuda yang menemukan apel dan pemuda tersebut menggigitnya dan merasa berdosa akan perbuatanya sehingga pemuda tersebut ingin mencari pemiliknya untuk meminta ijin karena telah menggigit apel yang belum tau siapa pemiliknya. 



Alkisah ada seorang pemuda yang ingin pergi menuntut ilmu. Ditengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar di sungai yang airnya jernih. dia langsung mengambil air dan meminumnya. Tak berapa lama kemudian dia melihat ada sebuah apel yang terbawa arus sungai, dia pun mengambilnya dan segera memakannya. Setelah dia memakan segigit apel itu dia segera berkata “Astagfirullah”

Dia merasa bersalah karena telah memakan apel milik orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. “Apel ini pasti punya pemiliknya, lancang sekali aku sudah memakannya. Aku harus menemui pemiliknya dan menebus apel ini”.

Akhirnya dia menunda perjalanannya menuntut ilmu dan pergi menemui sang pemilik apel dengan menyusuri bantaran sungai untuk sampai kerumah pemilik apel. Tak lama kemudian dia sudah sampai ke rumah pemilik apel. Dia melihat kebun apel yang apelnya tumbuh dengan lebat.

“Assalamualaikum….”

“Waalaikumsalam wr.wb.”. Jawab seorang lelaki tua dari dalam rumahnya.

Pemuda itu dipersilahkan duduk dan dia pun langsung mengatakan segala sesuatunya tanpa ada yang ditambahi dan dikurangi. Bahwa dia telah lancang memakan apel yang terbawa arus sungai.

“Berapa harus kutebus harga apel ini agar kau ridha apel ini aku makan pak tua”. tanya pemuda itu.

Lalu pak tua itu menjawab. “Tak usah kau bayar apel itu, tapi kau harus bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar, apakah kau mau?”
Pemuda itu tampak berfikir, karena untuk segigit apel dia harus membayar dengan bekerja di rumah bapak itu selama tiga tahun dan itupun tanpa digaji, tapi hanya itu satu-satunya pilihan yang harus diambilnya agar bapak itu ridha apelnya ia makan.”Baiklah pak, saya mau.”

Alhasil pemuda itu bekerja di kebun sang pemilik apel tanpa dibayar. Hari berganti hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Tak terasa sudah tiga tahun dia bekerja dikebun itu. Dan hari terakhir dia ingin pamit kepada pemilik kebun.

“Pak tua, sekarang waktuku bekerja di tempatmu sudah berakhir, apakah sekarang kau ridha kalau apelmu sudah aku makan?”

Pak tua itu diam sejenak. “Belum.”

Pemuda itu terhenyak. “Kenapa pak tua, bukankah aku sudah bekerja selama tiga tahun di kebunmu.”

“Ya, tapi aku tetap tidak ridha jika kau belum melakukan satu permintaanku lagi.”

“Apa itu pak tua?”

“Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?”

“Ya, aku mau.” jawab pemuda itu.

Bapak tua itu mengatakan lebih lanjut. “Tapi, putriku buta, tuli, bisu dan lumpuh, apakah kau mau?”

Pemuda itu tampak berfikir, bagaimana tidak…dia akan menikahi gadis yang tidak pernah dikenalnya dan gadis itu cacat, dia buta, tuli, dan lumpuh. Bagaimana dia bisa berkomunikasi nantinya? Tapi diapun ingat kembali dengan segigit apel yang telah dimakannya. Dan dia pun menyetujui untuk menikah dengan anak pemilik kebun apel itu untuk mencari ridha atas apel yang sudah dimakannya.
“Baiklah pak, aku mau.”

Segera pernikahan pun dilaksanakan. Setelah ijab kabul sang pemuda itu pun masuk kamar pengantin. Dia mengucapkan salam dan betapa kagetnya dia ketika dia mendengar salamnya dibalas dari dalam kamarnya.

Seketika itupun dia berlari keluar mencari sang bapak pemilik apel yang sudah menjadi mertuanya.

Dalam larinya ia bergumam ” Ya Alloh Ampunilah aku ” ia berucap demikian karena takut yang didalam bukanlah isterinya sehingga bisa timbul fitnah dan bisa terjebak kepada kategori khalwat yang terlarang yaitu berduaan dengan seorang yang bukan mukhrimnya.

Kemudian iapun bertemu pemilik kebun atau mertuanya dan bertanya,

“Ayahanda…siapakah wanita yang ada didalam kamar pengantinku? Kenapa aku tidak menemukan istriku?”

Pak tua itu tersenyum dan menjawab. “Masuklah nak, itu kamarmu dan yang di dalam sana adalah istrimu.”

Pemuda itu tampak bingung. “Tapi ayahanda, bukankah istriku buta, tuli tapi kenapa dia bisa mendengar salamku?

Bukankah dia bisu tapi kenapa dia bisa menjawab salamku?”

Pak tua itu tersenyum lagi dan menjelaskan. “Ya, memang dia buta, buta dari segala hal yang dilarang Allah. Dia tuli, tuli dari hal-hal yang tidak pantas didengarnya dan dilarang Allah. Dia memang bisu, bisu dari hal yang sifatnya sia-sia dan dilarang Allah, dan dia lumpuh, karena tidak bisa berjalan ke tempat-tempat yang maksiat.”

Pemuda itu hanya terdiam dan mengucap lirih: “Subhanallah…..”

Dan merekapun hidup berbahagia dengan cinta dari Allah.


Sekian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini semoga bermanfaat dan kita dapat mengambil hikmahnya. 
Wassalamu'aliakum wr.wb.

Saturday, September 28, 2013

Kisah Rosulullah s.a.w. dan pengemis yahudi buta

Assalamu'alaikum wr.wb.
Kisah teladan Nabi Muhammad s.a.w. yang kali ini akan saya sampaikan adalah tentang kisah Rosulullah s.a.w. dan pengemis yahudi buta.

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah s.a.w. mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w. menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.  Rasulullah s.a.w  melakukannya hingga menjelang  wafat. Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w. tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. 

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi  Rasulullah s.a.w. selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha. 
Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya. 

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah  Muhammad Rasulullah s.a.w". Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, "benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia...." Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Sekian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr.wb



Tuesday, May 28, 2013

Kisah Seorang Ahli ibadah yang yang diperkenankan do'anya

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan do'ankisah tentang seorang Ahli ibadah yang diperkenanakan do'anya. Pada suatu saat seorang ahli ibadah bersama keluarganya sedang di padang pasir, jauh dari desa. Katanya "Ternyata kami kehabisan air", lalu ia pun mencari air untuk keluarganya. Ternyata kolampun mengering dan ia pun kembali kepada keluarganya. Ia berusaha mencari air kemana - mana, hasilnya tidak ada setetes air yang didapatkan. Mereka kehausan, anak -anaknya sangat membutuhkan air. 

Maka, saat itulah ia ingat Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Dekat dan Mengabulkan do'a. Maka ia bangkit dan bertayamum. Lalu ia menghadap kiblat dan shalat dua rakaat. Kemudian ia mengangkat tangannya dan menangis. Deras air matanya, dan dengan sepenuh hati memohon kepada Allah. Dan ia ingat akan firman Allah:
"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya." (Q.S. An-Naml:62)

Ia bangun dari duduk, dan menatap ke atas tidak ada awan di langit. Tapi tiba - tiba segumpal awan berada di atasnya, berhenti, dan kemudian menurunkan air. Kolam - kolam yang ada di sekitar mereka, kanan dan kiri mereka, penuh terisi. Mereka pun minum, mandi, dan berwudhu. Mereka memuji Allah atas karunia-Nya. Kemudian mereka berjalan sedikit ke arah belakang tempat mereka. Ternyata, di sana tetap kering kerontang. Dari situ ia tahu bahwa Allah menurunkan hujan karena mengabulkan do'anya. Dan, sekali lagi ia memuji Allah:
Dan, Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan, Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji. (Q.S. Asy-Syura:28)

Dari kisah di atas kita dapat memetik pelajaran, wajib bagi kita untuk selalu meminta secara terus menerus kepada Allah. Sebab hanya Allah-lah yang memperbaiki jiwa, memberi rizki, memberi hidayah, memberi kenikmatan, mengokohkan tekad, membantu dan menolong. Sekian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat, Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Artikel terkait:
 

Sunday, May 26, 2013

Kisah tentang rezeki datang tak terduga

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi kisah tentang rezeki datang tak terduga. At-Tanukhi dalam bukunya Al-Faraj Ba'dasyy" Syiddah, menuliskan cerita yang sesuai dengan bahasa Indonesia. Ada seorang lelaki yang sedang putus asa, semua pintu rezeki tertutup baginya. Bahkan, suatu hari dia dan keluarganya tidak makan karena tidak ada apa - apa di rumahnya. Katanya "Pada hari pertama, saya dan keluarga saya kelaparan. Pada hari kedua, juga sama." Tatkala matahari hampir tenggelam istrinya berkata kepadanya, 'Pergilah kamu, pergi dan carilah rezeki buat kami atau apa saja yang bisa dimakan, sebab kali ini kita hampir mati'. 

Kemudian dia pun teringat kepada seorang wanita kerabat dekatnya. Dia ceritakan perihal yang sedang mereka alami. Wanita itu berkata,"saya gak punya apa - apa selain ikan yang telah busuk ini,"Kata lelaki itu, "Berikan itu kepada kami sebab kami hampir mati kelaparan". Ikan itu dibawa olehnya dan kemudian ikan itu dibelah perutnya.

Ternyata di dalam perut ikan itu terdapat mutiara. Mutiara itu dijual olehnya seharga seribu dinar. Hal itu, kemudian diberitahukan kepada wanita kerabat yang mengasihnya. Kata dia,"Saya tidak akan mengambil apa - apa kecuali bagian saya." Setelah itu lelaki tadi menjadi kaya. Rumahnya dilengkapi dengan perabotan, kehidupanyapun mulai membaik, dan jalan rezekinya menjadi semakin lapang. Tak lain, ini semua adalah kebaikan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (Q.S. An- Nahl:53)

Sekian yang dapat saya sampaikan semoga kisah di atas dapat memberikan pelajaran bagi kita, Wassalamu'alaikum Wr.Wb. 

Artikel terkait:

Friday, May 24, 2013

Kisah sekelompok pelaut Yang yakin akan Pertolongan Allah SWT

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan kisah sekelompok pelaut yang yakin akan pertolongan Allah. Di Riyadh, Arab Saudi, pada tahun 1376 H ada sekelompok pelaut penduduk wilayah Jabil pergi melaut. Tujuan mereka untuk menangkap ikan. Selama tiga hari tiga malam, tak seekor pun mereka dapatkan. Dan, mereka pun tidak meninggalkan shalat lima waktu. Pada saat yang sama, ada sekelompok orang juga menangkap ikan, tapi mereka ini sama sekali tidak pernah bersujud kepada Allah, tidak pernah melakukan shalat. Tetapi, mereka mendapatkan ikan yang banyak. Kelompok yang pertama berkata, "Subhanallah, kita shalat tapi tidak berhasil menangkap seekor ikan pun. Sementara mereka yang tidak pernah bersujud kepada Allah, berhasil menangkap ikan banyak."

Kemudian dia mengambil sebuah mutiara dan melemparkan ke tengaah laut. Dia berkata, "Semoga Allah menggantikannya dengan yang lebih baik. Demi Allah saya tidak akan pernah mengambilnya, Allah berikan cobaan ini tatkala kita melakukan maksiat kepada-Nya dengan meninggalkan shalat. Marilah kita beranjak dari tempat dimana kita melakukan maksiat kepada Allah.

Setanpun membisikan kepada mereka untuk meninggalkan shalat. Ternyata bisikan setan disambut mereka hingga lupa akan shalat shubuh, lalu dhuhur pun ditinggalkan, juga ashar. Mereka ke laut lagi dan ternyata berhasil menagkap seekor ikan. Mereka mengangkat ikan itu dan membelah perutnnya. Ternyata di dalam perut ikan terdapat mutiara yang sangat mahal harganya. Salah seorang dari mereka mengambil mutiara itu, membolak - baliknya, dan mengamatinya. Dan, dia pun berkata, "Subhanallah, pada saat kita taat kepada Allah, kita tidak mendapatkan apa - apa. Namun ketika durhaka kepadaNya kita justru berhasil. Sesunggguhnya, rezeki yang kita peroleh ini tidak wajar."

Mutiara itu dilemparkannya ke laut, seraya berkata, "Allah akan menggantikannya. Demi Allah, aku tidak akan mengambilnya karena kita telah berhasil setelah kita meninggalkan shalat. Marilah kita meninggalkan semua ini, tempat ini telah membuat kita durhaka kepada Allah." Setelah tiga mil jauhnya mereka meninggalkan tempat itu, mereka berhenti dan mendirikan tenda. Dan, mereka pun pergi ke laut untuk kedua kalinya. Mereka berhasil menangkap ikan kan'ud. Perut ikan itu dibelah, dan ternyata di dalam perut itu ada mutiara. Mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rezeki yang baik kepada kita."Ini didapatkan setelah mereka kembali shalat, berdzikir kepada Allah, dan minta ampunan kepada Allah. Dan mereka pun mengambil mutiara itu.

Lihatlah, bagaimana keadaan mereka, sewaktu durhaka kepada Allah. Rezeki yang mereka dapatkan kotor. Kemudian setelah dalam ketaatan, rezeki yang kotor itu berubah menjadi harta yang baik.

Jikalau mereka sungguh - sungguh ridha kepada Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata:"Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesengguhnya kami adalah orang - orang yang berharap kepada Allah", (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). (Q.S. At-Taubah:59)

Ini semua adalah kebaikan Allah. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikannya sesuatu yang lebih baik dari yang ditinggalkan itu. Sekian yang dapat saya sampaikan tentang  kisah sekelompok pelaut, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini. Wassalamu'alikum Wr.Wb.
Artikel taerkait: