Poster Masjid

Bahan ivory 260gsm ukuran A3+

Poster Asmaul Husna

Poster Asmaul Husna, huruf hijaiyah dan poster adzan bahan ivory 260 gsm

Poster Islami

Poster nama Nabi, poster wudhu, nama surat, abjad dan angka arab

Poster Matematika

Poster perkalian, penambahan, pengurangan, pembagian,dan angka ukuran A3+ bahan ivory260gsm

Kartu baca

kartu baca, kartu hijaiyah, buku ajar baca, dan kitabah

Sunday, May 12, 2013

Aplikasi dan kunci sukses retorika Da'wah

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Menyambung artikel sebelumya tentang pengertian retorika da'wah. pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tentang aplikasi dan kunci sukses retorika da'wah

Pada prinsipnya retorika da'wah itu dapat disampaikan dalam 2 bentuk:
1. Khutbah
Dalam bentuk ini retorika terkait oleh syatrat, rukun dan etika.
2. Khithabah (ceramah)
Dalam bentuk ini retorikanya longgar dari ikatan syarat dan rukun, tetapi tetap terikat oleh etika.

Retorika da'wah , baik khutbah maupun khithabah harus selalu berpihak pada kebutuhan dasar audien, yakni kebutuhan pada hidayah Allah SWT . Karena itu dalam megkomunikasikan pesan da'wah harus disesuaikan dengan kondisi audien, sebagaimana nasehat Shahabat Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu'Anhu.:
"Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar akal mereka " (Ali bin Abi Thalib).

Kunci sukses retorika da'wah
1. Umpan balik
Ialah tangapan langsung dari audien terhadap penceramah, baik dalam bentuk kata - kata, tingkah laku atau lainnya. Ceramah yang baik, umpan baliknya sudah bisa kita rasakan di menit - menit awal.
2. Afirmasi
Ialah penetapan yang positif, penegasan atau peneguhan. Yang dimaksud adalah bagaimana kita meneguhkan kembali tanggapan positif dari audien, baik dengan kata - kata ataupun sikap positif dalam rangka menghargai audien.
3. Narasi
Ialah pengisahan suatu cerita atau kejadian. Yakni menghiasi setiap uraian atau penjelasan dengan cerita.
4 Gesture/mimik
Gesture ialah sikap, postur, pose, langkah, atau isyarat gerak - gerik. Sedangkan mimik ialah bahasa raut wajah. Berpengaruh dalam memperjelas dan memperindah pernyataan dengan bahasa tertentu, Namun jangan pernah membuat gesture/mimik yang mubadzir, semua harus ada artinya yakni menguatkan penyampaian dan menarik perhatian audien. Hindari gesture/mimik yang justru merusak perhatian audien , apalagi yang mengacaukannya. 

Yang intinya kunci sukses juru da'wah itu ada pada retorika dan etika berda'wah. Sebenarnya retorika yang baik tidak cukup hanya menjadi teori ilmu, melaikan harus diniatkan untuk menjadi jalan suksesnya da'wah. Adapun rahasia - rahasia sukses tersebut tidak akan bisa melahirkan kesuksesan kecuali dijadikan sebuah sikap yang dibiasakan. Intinya harus segera diterapkan dan berani mencoba dan berani gagal. Ingat tidak ada pembicara, orator atau agiator yang hebat kecuali mereka memulai itu semua dari awal, membiasakan hingga nyaman menjadi khas masing - masing. Disampaikan oleh Bp. Surahmat An-Nashih, S.Ag (penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Gamping).

Sekian yang dapat saya sampaikan tentang kunci sukses retorika da'wah yang materi ini saya dapatkan ketika ikut seminar da'i pemula. Wassalamu'alikum Wr. Wb.

Artikel terkait:

Saturday, May 11, 2013

Pengertian dan Unsur Retorika Da'wah

Assalamu'alaikum Wr.Wb. 

Alangkah baiknya jika kita mendapatkan suatu ilmu sedikit maupun banyak kita sampaikan kepada orang lain. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tentang pengertian dan unsur retorika da'wah. Materi ini saya dapatkan ketika saya mengikuti seminar pelatihan da'i dan khotib pemula.

A. Pengertian retorika 
Retorika adalah seni dan ilmu berbicara di depan publik. Dalam prakteknya retorika lebih banyak sebagai seni. Maka bisa kita lihat masing - masing orang memiliki retorika khasnya sendiri - sendiri.

B. Unsur retorika
Unsur yang paling penting dalam retorika adalah:
- Bahasa
Yaitu bahasa yang dikuasai audien. Tentang pemilihan jenis bahasa (bahasa daerah, bahasa nasional atau campuran) tergantung kondisi dan tingkat formalitas acaranya.
- Penggunaaan bahasa
Yakni menggunakan bahasa yang baik dan benar. Baik artinya jelas, mudah difahami dan komunikatif. Benar artinya, manggunkan bahasa sesuai dengan kaidah - kaidah bahasa dan etika barbahasa.

C Retoriaka da'wah
Ialah aplikasi retorika dalam komunikasi da'wah

D. Tuntutan retorika da'wah
Firman Allah SWT:

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan ajaklah mereka berdiskusi dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang - orang yang mendapat petunjuk (Q.S. An-Nahl [16] : 125)

Berdasarkan ayat di atas maka ilmu dan seni dalam retorika da'wah bertumpu pada 3 prinsip ideal, yaitu : prinsip hikmah, pelajaran yang baik dan diskusi secara baik; sebagai ikhtiar mengantarakan manusia menuju hidayah.

Sebagai ikhtiar mengantarkan manusia menuju hidayah maka dalam beretorika da'wah wajiblah menjahui hal - hal yang dapat melalaikan manusia dari hidayah. Allah SWT. Kata kunci dalam ayat tersebut adalah hikmah.

Hikmah ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang haq dengan yang bathil . Maka retorika yang baik haruslah dapat memberi kejelasan kepada audien tentang mana yang haq dan mana yang bathil. Jangan terpancing untuk memperbanyak canda (guyon) jika itu berakibat mengkaburkan mana yang haq dan mana yang bathil, atau malah guyonan yang mencampur adukan yang haq dan yang bathil . Misalnya guyonan yang mengandung unsur: tidak mendidik, saru dsb. Jika diperlukan guyon sebaiknya dimaksudkan untuk memperjelas maksud atau menghindari kejenuhan.

Retorika da'wah yang bertumpu pada prinsip hikmah merupakan seni berbicara di depan publik dengan tegas dan benar serta dapat membedakan yang haq dan yang bathil. Jadi fokusnya pada teknis berbicara.

Retorika da'wah yang bertumpu pada prinsip pelajaran yang baik merupakan seni berbicara di depan publik dengan materi yang biak, yakni materi yang sesuai dengan latar belakang audien. Jadi fokusnya pada tema pembicaraan.

Retorika da'wah yang bertumpu pada prinsip diskusi secara baik merupakan seni berbicara di depan publik dengan mengkondisikan komunikasi dua arah secara baik dan seimbang. Jadi fokussnya pada arah arus pembicaraan.

Demikan yang dapat saya sampaikan tentang retorika da'wah yang ketika itu disampaikan oleh Bp. Surahmat An-Nashih , S.Ag. Di sini saya bertujuan untuk sharing ilmu yang saya dapatkan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Wassalamu'alikum Wr. Wb.

Artikel terkait:

Wednesday, May 8, 2013

Faktor pendukung dalam Menghafal Al-Qur'an

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan beberapa faktor pendukung dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga kita bisa melakukannya untuk membantu merealisasikan hafalan Al-Qur'an.

1. Membaca hafalan dalam shalat sunnah
Sholat sunah rawatib, menurut asumsi minimal, dilakukan lima kali, membaca hafalan baru sebanyak lima kali dalam lima shalat sunnah ini. Ini sama dengan memanfaatkan shalat sunnah untuk mengulangi dan memantapkan hafalan, sekaligus berlatih menjadi imam. Maka, jangan pisahkan antara shalatmu dan hafalanmu. Cara ini merupakan faktor pendukung dalam menguatkan hafalan dan memuraja'ahnya.

2. Membaca di setiap waktu khusus saat menunggu sesuatu.
Demikian sebaiknya penghafal Al-Qur'an, tak sesuatu pun menyibukan dari Al-Qur'an. Di setiap saat ia mengulangi dan memuraja'ahnya. Misalnya, ketika sedang menunggu seseorang, saat antri dalam periksa dokter, menunggu waktu rapat atau ketika menunggu waktu shalat. 

3. Bacaan menyelidik
Yaitu bacaan yang memmeriksa dan membersihkan, serta mengetahui apakah sudah menghafal dengan benar atau belum. Misalnya ketika menjadi imam, biasanya kondisi ini akan memeriksa hafalan secara akurat.

4. Mendengarkan kaset/mp3 bacaan Al-Qur'an yang sesuai dengan tajwid.
Ini satu di antara sekian banyak nikmat Allah pada kita. Yakni kita bisa mendengarkan hafalan baru atau lama si sepanjang hari, baik ketika naik kendaraan atau sebelum tidur.
Putar selalu kaset murattal Al-Qur'an ini. Namun, hal ini jangan dilakukan secara spontanitas atau tanpa perencanaan, tapi lakukan dengan cara sistematis.

5. Hanya menggunakan satu Mushaf untuk menghafal
Ini juga perkara yang dianjurkan dan banyak direkomendasikan. Yakni,  harus mengambil satu musaf untuk digunakan menghafal semampunya dari awal hingga akhir. Sebab berganti - ganti mushaf berpotensi memunculkan kekacauan hafalan.
Akan tetapi, ketika konseisten menggunakan satu mushaf, biasanya terekam jelas dalam ingatan bentuk halaman, awal surat dalam halaman tersebut, awal juz, serta jumlah ayat dalam satu halaman.

6. Memaksimalkan kemampuan indra
Ini adalah faktor pendukung yang paling penting, dari aspek ilmiah hal ini sudah diakui, bahwa memungkinkan satu indra dapat memberikan hasil dengan kadar tertentu. Maka, bila memberdayakan dua indra untuk menghafal, meningkatlah penguasaan, kepahaman dan hafalannya. Bila menggunkan tiga indra, maka akan bertambah lagi. Dan jika menggunakan empat indra, maka akan semakin meningkat lagi.
Membaca dengan mata saja / dengan melihat saja itu satu indra, akan lebih baik jika dikeraskan suaranya maka itu menggukan 3 indra sekaligus, mata melihat, lidah bergerak dan telinga mendengar. Lebih baik lagi jika apa yang sudah dihafal ditulis maka akan menambah kekuatan dan kemantapan hafalan.

Sekian yang bisa saya sampaikan tentang faktor pendukung menghafal Al-Qur'an, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

 Artikel terkait:

Monday, May 6, 2013

Kumpulan kata mutiara keberanian dalam bahasa inggris

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan sampaikan kata - kata mutiara keberanian dalam bahasa inggris dan terjemahannya.

The biggest things are often the easiest to do because 
there is so little competition
Hal - hal besar seringkalai sangat mudah dilakukan
kerena dalam melakukannya tidak banyak saingan 
William van Horne

Wheeever you see a successful business, someone once 
made a courageous decision
Setiap kali Anda melihat atau mendengar usaha yang berhasil,
di baliknya pasti ada seseorang yang membuat keputusan berani.
Peter Drucker

Only begin and then the mind grows heated, only begin
and the task will be completed.
Mulailah!
Selanjutnya pikiran akan tumbuh mekar,
Mulailah! Dan tugas akan selesai.
Goethe

Our duty is to proceed as if limits to our ability do not exist.
Tugas kita adalah terus berusaha
seolah - olah tidak ada yang membatasi kemampuan kita.
Teilhard de Chardin

Argue for your limitations and, sure enough, they're yours.
Beralasanlah dengan keterbatasan - keterbatasan Anda,
Yakinlah!, keterbatasan itu niscaya memang akan jadi milik Anda.
Richard Bach

Do the thing and you will have the power
Lakukanlah sesuatu
Anda akan memperoleh kekuatan.
Emerson

A good plan vigorously executed right now is far better
then a prefect plan executed next week
Rencana yanga biasa- biasa saja namun
diputuskan untuk dilakukan saat itu juga lebih baik 
dari pada rencana sempurna namun ditangguhkan sampai
minggu depan
General George Patton

There are risk and costs to a program of action but they
are far less than the long-range risks and costs of 
comfortable inaction
Dalam setiap rencana tindakan pasti ada
resiko dan harga yang harus ditanggung,
namun itu masih lebih baik daripada hanya menghitung - hitung 
resiko dan harga tanpa ada tindakan
John F. Kennedy

Action is eloquence
Tindakan sama dengan kata - kata yang indah
Shakespeare

If we did all the things we are capable of, we would 
literally astound ourselves
Kalau kita melakukan segala sesuatu yang kita mampu,
secara harfiah kita mampu mencengangkan diri sendiri.
Thomas Edison 

Two roads diverged in a wood, and I-I took the one less
traveled by, and thet has made all the difference.
Ada dua cabang jalan di tengah  hutan,
dan saya memilih jalan yang jarang dilalui orang,
karena itu akan membuat saya beda dari orang lain.
Robert Frost

For every obstacle there is a solution-over, under, around or through.
Tiap hambatan punya jalan keluar,
di depan , belakang, samping dan di atas atau dibawah
Dan Zadra

You have to think anyway, so why not think big?
Karena bagaimana pun Anda tetap harus berfikir,
kenapa tidak berpikir yang besar - besar?
Donald Trump

Sesunguhnya kesempatan adalah ... Insya Allah akan bersambung lagi. Sekian kata - kata mutiara keberanian yang bisa saya samopaikan pada ksempatan ini. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Artikel terkait:
Mutiara keberanian I
Mutiara perhatian
Mutiara islami




Sunday, May 5, 2013

Macam - macam Lawan kata / antonim istilah dalam tes potensi akademik

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Kesempatan kali ini saya akan menyampaikan macam - macam lawan kata / antonim istilah dalam TPA. Semoga menjadikan sesuatu yang bermanfaat.

1. Apriori >< aposteriori
2. Eklektik >< tidak pilh - pilih
3. Asli >< duplikat
4. Sekarang >< esok
5. Legislatif >< eksekutif
6. Kebijakan >< kecerobohan
7. Konklusif >< proposisi
8. Makar >< muslihat
9. Curang >< sportif
10. Pasti >< spekulasi
11. Longgar >< tegas
12. Bulat >< pasca
13. Abadi >< fana
14. Amal >< mal
15. Bukit >< lembah
16. Sekuler >< keagamaan
17. Konveks >< cekung
18. Elastis >< kaku
19. Deduksi >< induksi
20. Monoton >< berubah - ubah
21. Mandiri >< bergantung
22. Cucu >< kakek
23. Universal >< parsial
24. Pertemuan >< perpisahan
25. Fonem >< morfem
26. Nomadik >< menetap
27. Antipati >< simpati
28. Khas >< umum
29. Ibu >< anak
30. Muskil >< mungkin
31. Vokan >< konsonan
32. Sporadis >< jarang
33. Sekuler >< keagamaan
34. Rawan >< aman
35. Amatir >< kampiun
36. Absurd >< masuk akal
37. Anggara >< sengsara
38. Prominen >< biasa
39. Canggih >< sederhana
40. Konkaf >< konveks
41. Perintis >< pewaris
42. Tinggi >< rendah
43. Gegai >< kuat
44. Tetiran >< asli
45. Ekspresi >< impresi
46. Teks >< konteks
47. Takzim >< acuh
48. Sekuler >< keagamaan
49. Antipati >< simpati
50. Makar >< muslihat

Sekian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon ma'af .
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Artikel terkait:
Sinonim istilah


Saturday, May 4, 2013

Tiupan Sangkakala yang mematikan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tiupan Sangkakala yang mematikan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Ketika pertama kali Sangkakala ditiup, maka terkejutlah penduduk langit dan bumi, kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian mereka mati semua.

Dalam hal ini para Ahli Tafsir berbeda pendapat, mengenai bilangan tiupan Sangkakala. Sebagian Ahli Tafsir mengatakan, bahwa Sangkakala itu ditiup dalam beberapa kali tiupan, yaitu tiupan penakut, tiupan mematikan dan tiupan yang membangkitkan dari alam kubur.

Sebagian Ahli Tafsir yang lain mengatakan: Bahwa Sangkakala itu hanya ditiup dua kali, yaitu tiupan untuk mematikan dan tiupan untuk membangkitkan dari kubur. Adapun dasar yang dipakai oleh Mufassirin ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Nabi Saw pernah bersabda:
" Bahwa masa antara dua tiupan itu adalah 40 tahun"
Berkatalah orang yang menyarahi hadist di atas:
"Tidak diketahui masa antara dua tiupan itu, apakah 40 hari atau 40 tahun".

Sedangakan dalil yang dipegangi oleh Ahli Tafsir yang mengatakan bahwa Sangkakala itu ditiup tiga kali adalah firman Allah Ta'ala:

Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup Sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi.... (Q.S. An-Naml:87).

Adapun pendapat yang pertama itu lebih benar, karena sesungguhnya tiupan yang mematikan dan menakutkan itu hanya satu tiupan. Sedangkan Dalil yang digunakan oleh Ahli Tafsir ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh Abi Da'id Al- Khudriy ra. Bawasannya Nabi Saw pernah bersabda:

" Bagaimana bisa senang bagi Malaikat peniup Sangkakala (Israfil), karena Sangkakala itu telah diletakan di mulutnya, sambil menundukan dahinya menunggu komando kapan ia diperintahkan untuk meniup Sangkakala itu. Para sahabat bertanya: " Ya Rasulullah, sifatilah kepada kami tentang Sangkakala itu". Maka Rasulullah saw bersabda: "Ketika Sangkakala itu ditiup, maka bergoncanglah bumi ini karena rasa takutnya kepada Allah Ta'ala. Waktu itu, bumi ini seperti bulu yang disikat dan berhamburan di udara. Sedangkan lautan menjadi mendidih, seluruh lautan menjadi satu. Setelah lautan (berkumpul) menjadi satu, airnya lalu menjadi panas. Kemudian air lautan itu meresap ke bumi, sehingga permukaan bumi tidak ada air, tidak ada perempuan yang menyusui, melainkan hilang anaknya dari tangannya, dan tidak ada wanita yang hamil melainkan melahirkan kandungannya, karena rasa takutnya (kepada Allah) di hari tersebut. Semua manusia mabuk, karena rasa takutnya kepada Allah. Sedangkan anak - anak kecil berubah rambutnya. seluruh makhluk menjadi rusak, kecuali Malaikat yang membawa Arasy, Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail, karena mereka tidak mati. Kemudian Allah memerintahkan pada Izrail untuk mencabut nyawa para Malaikat itu". 

Demikian saya sampaikan Tiupan Sangkakala yang mematikan, kurang lebihnya mohon ma'af. 
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Artikel terkait:

 

Friday, May 3, 2013

Mengenal akal sadar dan akal batin manusia

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Akal manusia terbagi menjadi dua, akal sadar (logika) dan akal batin (insting). Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pengertian akal sadar dan akal batin manusia. Akal sadar adalah yang engkau pergunakan saat ini. Engkau membaca kata - kata ini dan mengerti maknanya. Akal ini bangun bersamaan dengan bangunmu dan tidur bareng dengan tidurmu. Sedangkan akal batin adalah yang menguasai tabiat, kebiasaan dan keinginanmu. Akal ini memiliki kekuatan sangat luar biasa, mampu mengubah hidupmu sekaligus menjadi lebih baik. Dan, akal ini selalu bangun, tak pernah tidur.

Bila engkau mengetahui satu pemikiran tertentu atau engkau mendengar satu pengalaman, bisa jadi akal sadar membenarkannya. Jika ia membenarkannya, pertama kali yang dilakukannya adalah mengirimkan informasi ini pada akal batin. Semakin sering akal sadar mengulangi informasi ini, semakin kuat pula keberadaannya di dalam batin, sehingga bermetamorfosis menjadi kebiasaan dan membentuk tabiat.

Akal sadar seperti nahkoda kapal yang mengendalikan kapal besar. Kita bisa mendapatinya, kebanyakan orang yang gagal dalam kehidupan, mereka menerima pesan - pesan negatif. Lantas pesan - pesan negatif ini membentuk kehidupan mereka. Sehingga kita mendapati mereka tidak antusias berusaha karena takut gagal yang membenarkan oleh akal batin. Sebab batin itu, memiliki daya yang tak dapat dicerna akal. Untuk memotivasi kita maka kita mengulang - ulang pesan positif pada akal batin kita sampai ia membenarkananya. Misalnya "Aku orang cerdas dan aku memiliki ingatan yang sangat kuat". Pesan ini semakin sering diulang oleh akal sadar, akan dibenarkan akal batin.

Agar pesan ini efektif sesuai yang diinginkan, kita harus yakin betul bisa merealisasikannya. Jangan pernah mengatakan "mungkin akan terealisasi". Sebab, keraguan dalam hal ini sama sekali tak memberikan hasil yang baik. Tapi percayalah dan yakinlah dengan seyakin - yakinya bahwa pesan itu akan terealisasi. memang segala sesuatu bergantung pada kehendak Allah Swt.

Yakinlah Allah - lah yang akan memudahkan urusan kita, Dia berfirman:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍۢ قَدْرًۭا
 
" ....Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap - tiap sesuatu". 
(Q.S. Ath-Thalaq [65] : 3)

Demikian yang bisa saya sampaikan, ada kurang lebihnya mohon dima'afkan, Wassalamu'alaikum. Wr.Wb.

Artkel terkait:

Thursday, May 2, 2013

KIsah Nabi Muhammad SAW di bawah Asuhan sang Paman

Assalamu'alaikum Wr.Wb. 

Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan kisah tentang Nabi Muhammad Saw ketika di bawah asuhan paman beliau. Setelah meninggalnya Abdul Muththalib, Nabi Muhammad Saw diasuh oleh paman beliau, Abu Thalib. Ia adalah salah satu anggota Bani Lahb. Kelompok ini dikenal dengan perdukunannya. Seorang dukun dapat memperoleh firasat tentang pribadi seseorang dan menyampaikan hasil penafsiran firasatnya kepada orang lain. Jika datang ke Mekah, tokoh - tokoh Quraisy mendatangi para dukun dengan membawa anaknya. Para dukun melihat dan menebak anak - anak yang dibawa tersebut. Abu Thalib juga mendatanginya bersama Nabi Muhammad Saw. Dukun yang didatangi melihat Nabi Muhammad Saw tampak sibuk. Setelah selesai, dia berkata:

" Ada sesuatu yang luar biasa pada anak ini"

Setelah melihat gelagatnya yang menunjukan rasa khawatir, Abu Thalib membawa Nabi Muhammad Saw pergi, lalu sang dukun itu berkata:

" Hei, bawa kembali anak yang aku lihat tadi. Sungguh dia bukan orang biasa,"teriaknya.

Sekian Insya Allah bersambung lagi, Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Artikel terkait:
Sejarah kelahiran Nabi Muhammad Saw
Nabi Muhammad Saw di bawah asuhan sang Kakek